Sering Tidak Disadari, 4 Kebiasaan Ini Jadi Sasaran Empuk Pencuri Identitas

Semakin canggih perkembangan teknologi, semakin canggih pula metode yang dilakukan para pelaku kejahatan. Pengguna internet harus senantiasa waspada untuk mencegah kejahatan cyber. Salah satu kejahatan cyber yang sering terjadi adalah pencurian identitas.

Identity theft atau pencurian identitas adalah upaya penipuan dengan cara mengambil data yang kita bagikan di internet. Walau sudah berhati-hati, terkadang kita tidak sadar bahwa beberapa kebiasaan yang sering dianggap sepele ternyata menjadi celah dalam upaya kita dalam menjaga data. Apabila anda melakukan 4 hal ini, ada baiknya mulai merubah kebiasaan tersebut.

Menggunakan Password yang Terlalu Umum

Hanya dengan menggunakan software, para pencuri identitas bisa dengan mudah menebak password akun anda. Hindarilah menggunakan kombinasi yang terlalu umum seperti tanggal lahir anda, ‘123456’, ‘bismillah’, atau ‘iloveyou’ sebagai password. Gunakan kombinasi angka, huruf dan simbol sebagai password. Semakin unik password anda, semakin kecil kemungkinan data anda dicuri. Simak artikel Tips Membuat Password yang Aman.

Sembarangan Connect WiFi Gratis

Menemukan WiFi gratis memang asyik, namun berhati-hatilah dalam menggunakannya, terutama bila anda menggunakan WiFi publik untuk masuk ke akun pribadi atau melakukan transaksi menggunakan mobile banking atau internet banking. WiFi yang tidak secure bisa disisipi oleh para pencuri identitas untuk membobol akun anda. Apabila anda ingin melakukan aktivitas tersebut, gunakanlah WiFi pribadi atau paket data. Anda juga bisa gunakan Virtual Private Network (VPN) agar transaksi anda semakin aman.

Sembarangan Klik Tautan Situs

Waspadalah bila anda dikirim tautan situs yang mencurigakan. Situs-situs ini seringkali mengatasnamakan institusi pemerintahan, perbankan atau perusahaan besar. Hindari juga mengisi data pribadi di situs tersebut, karena bisa saja data anda disalahgunakan. Lakukanlah double checking sebelum anda melakukan tindakan apapun dengan tautan tersebut. Untuk memastikan, anda bisa mengecek di mesin pencari. Selain itu pastikanlah situs yang anda kunjungi dimulai dengan https://. Situs yang diawali dengan https:// memungkinkan data didalamnya terlindung dari pengubahan atau pencurian.

Menyimpan Data Kartu Debet / Kredit di Online Shop

Walaupun praktis, menyimpan data kartu anda di online shop bisa jadi berbahaya karena hacker bisa saja menyusup dalam sistem dan mengambil data anda. Selain itu data kartu anda juga rawan disalahgunakan oleh orang yang punya akses terhadap perangkat anda. Lebih baik repot sedikit daripada mengalami pembobolan akun, bukan?

Upaya mencegah penipuan memang harus dilakukan secara konsisten dan cermat. Bijaksanalah dalam membagikan data pribadi anda di dunia maya, dan pastikan anda hanya membagikan data anda di situs atau sumber yang terpercaya.