Seperti Apa Jadinya Jika Bahasa Pemrograman Menjadi Tokoh Kartun Pixar

Pixar Animation Studios, atau yang dikenal dengan Pixar adalah sebuah studio animasi komputer yang berbasis di Amerika (Emeryville, California) yang terkenal dengan film-film animasinya, dan merupakan anak perusahaan dari Walt Disney Studios yang dimiliki oleh The Walt Disney Company. Pixar sudah memproduksi 24 feature film, dimulai dari Toy Story (1995), yang merupakan film animasi pertama yang menggunakan teknologi komputer; film terbaru dari Pixar adalah Luca (2021).

Seperti setiap karakter animasi Pixar, bahasa pemrograman pun juga diciptakan secara hati- hati dan kebanyakan memiliki sejarah menarik dibalik proses penciptaan, pemakaiannya, serta sifat- sifat unik yang menghidupkannya. Hal ini memantik rasa keingintahuan kita, seperti apa sih jadinya jika bahasa pemrograman merupakan karakter animasi Pixar? bahasa pemrograman mana yang paling mencerrminkan karakter animasi Pixar yang paling terkenal?

  • Go sebagai Merida
    Merida (Princess Merida) merupakan tokoh utama di film animasi berjudul Brave (2012) terkenal dengan keberaniannya yang ikonik. Begitu pula Go yang memasuki dunia software development dengan gebrakan berani yang hampir mendekati posisi Phyton (King of Programming Languages).
  • Python sebagai Nemo
    Dilihat dari popularitas yang melesat sangat cepat dan kekaguman khalayak yang diterimanya, yang muncul seperti pseudocode, Python, atau yang dikenal dengan King of Programming Languages cocok disandingkan dengan film Finding Nemo (2003), film terbaik yang dibuat oleh Pixar bahkan setelah 20 tahun berlalu sejak tahun pembuatannya. Phyton dan Nemo sama-sama memiliki julukan “ikonik”
  • HTML/CSS sebagai Mr. and Mrs. Potato Head
    Mr. and Mrs. Potato Head adalah 2 tokoh animasi dari film Toy Story (1995), keduanya merupakan karakter aneh yang memiliki kemampuan aneh dalam mengatur dan menyusun ulang diri mereka sendiri menjadi bentuk kentang yang lebih berantakan atau malah menjadi bentuk kentang yang lebih bagus dan rapi. Tidak heran jika pasangan bahasa pemrograman HTML/CSS yang bertanggung jawab untuk mengatur dan mengatur ulang semua yang dilihat pengguna, akan paling sesuai dengan peran pasangan Mr. and Mrs. Potato Head
  • Java sebagai Crush
    Kembali lagi ke film Finding Nemo (2003), dalam pemilihan karakter, Java-lah yang terbaik dalam bidangnya. Ingin tahu alasannya? Karena karakter Crush yang tua, bijak, dan dicintai jelas merupakan padanan terbaik untuk bahasa pemrograman Java yang juga ditampilkan di hampir semua buku teks tentang Algoritma dimanapun, dan merupakan bahasa pemrograman tertua dan populer.
  • C sebagai The Fairy Godmother
    Dalam film Shrek 2 (2004), kita melihat The Fairy God Mother digambarkan sebagai ethical saviour. Seperti The Fairy Godmother, C sudah berulang kali diciptakan kembali menjadi C#, C++, dan kita tidak ada yang tahu kedepannya akan seprti apa selanjutnya. C menginginkan semua hal dikerjakan dan sesuai dengan keinginannya, sama seperti The Fairy God Mother, dan apabila developer tidak sengaja membuat satu error kecil, C akan meledak menjadi 100 errors, seolah-olah C memiliki tongkat ajaib
  • Objective-C sebagai Sadness
    C mungkin dibenci banyak orang tetapi juga disukai banyak orang. Hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk Objective-C. Tidak seperti C, pendahulunya, Objective C yang bersifat object-oriented, bahasa pemrograman ini diharapkan menjadi yang terbaik untuk masa depan. Sayangnya, ketenarannya sebagai tangan kanan Apple tidak bertahan selama yang diharapkan: pada tahun 2014, Objective-C digantikan oleh Swift. Semenjak digantikan oleh Swift, Objective-C selalu merasa “down with blues”. Objective-C sebenarnya cantik tetapi kita tidak bisa membantu apapun kecuali memberikan simpati kepadanya, jadi peran yang paling cocok untuk mencerminkan Objective-C adalah Sadness dari film Inside Out (2015).
  • Rust sebagai Joy
    Objective-C layak memiliki semua alasan untuk merasa kesal dan sedih (68.7% developers tidak menyukai Objective-C). Sebaliknya Rust justru memiliki seribu alasan untuk merasa bahagia dan senang. Rust merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling disukai (83.5% developers yang pernah memakai Rust mengakuinya). Rust diibaratkan seperti bintang yang sedang naik daun, membuat khalayak bertanya-tanya apakah Rust bisa menggantikan posisi C. Rust merupakan bahasa pemrograman yang sangat optimis, seperti karakter Joy didalam film Inside Out (2015).